Deprecated: Creation of dynamic property Newkarma_Core_Breadcrumbs::$settings is deprecated in /home/sdnampen/incarkasus.com/wp-content/plugins/newkarma-core/lib/breadcrumbs.php on line 87

1 Syawal 1445 Hijriyah Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Berpotensi Sama

Nasional102 Dilihat

Pemerintah telah menetapkan libur Hari Raya Idul Fitri 2024 jatuh pada 10-11 April 2024. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 236 Tahun 2024, Nomor: 1 Tahun 2024, Nomor: 2 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 855 Tahun 2023, Nomor 3 Tahun 2023, dan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024.

Meski demikian, pemerintah baru akan menetapkan Hari Raya Idul Fitri 2024 pada 29 Ramadan nanti, tepatnya ba’da Magrib menjelang Isya. Penetapan ini diambil berdasarkan keputusan hasil sidang isbat.

Pada tahun-tahun sebelumnya, rangkaian sidang isbat diawali dengan pemaparan posisi hilal menurut hisab oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) RI sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu, hasil hisab dikonfirmasi dengan hasil rukyatul (pengamatan) hilal awal Syawal oleh tim rukyat Kemenag yang tersebar di sejumlah titik di Indonesia.

Hasil hisab dan rukyat tersebut lalu dibahas dalam sidang isbat secara tertutup. Dalam hal ini, pemerintah mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) terbaru yang mensyaratkan hilal dapat teramati apabila mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memprediksi Hari Raya Idul Fitri 2024 bakal serentak. Ia bilang posisi hilal pada 29 Ramadan 1445 H/2024 M di seluruh wilayah Indonesia sudah memenuhi kriteria MABIMS.

“Syawal itu insyaallah tinggi bulan pada akhir bulan Ramadan, itu tingginya sudah 6,3 derajat untuk di Jakarta artinya sudah lebih dari 3 derajat. Elongasinya sudah 8,9 derajat artinya sudah lebih dari 6,4 derajat,” tutur dia dalam agenda diskusi media bertajuk Kriteria Baru MABIMS dalam Penentuan Awal Ramadan di kantor BRIN, Jumat (8/3/2024) lalu.

“Jadi tanggal 9 April, Magribnya sudah masuk 1 Syawal, jadi orang-orang sudah mulai bertakbir,” sambungnya.

Menurut prediksi tersebut, Hari Raya Idul Fitri 2024 pemerintah, NU, dan Muhammadiyah jatuh pada 10 April 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *