Gubsu Berikan Setengah Juta Masker dan Peralatan Lainnya Untuk Sekolah di Batu Bara

Pendidikan7 Dilihat

incarkasus.com, Batu Bara  09 Januari 2021

Gubernur Sumatera Utara

Edy Rahmayadi melalui Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Riadil Lubis memberikan bantuan setengah juta masker dan peralatan lainnya untuk sekolah di Kabupaten Batu Bara.

Pemberian masker dan peralatan lainnya dari Gubsu  diungkapkan Ilyas Sitorus melalui Whatsapp yang diterima wartawan, Sabtu (9/1/2021).

Dikatakan Ilyas, 500.000 masker serta Handsanitizer Spray 85.000 botol (isi 60 ml), 50.000 lembar Stiker Protokol Kesehatan, 500 buah

Face Shield (kacamata) dan 100 set wadah Cuci tangan portable diterima Bupati Batu Bara H Zahir diwakili  Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus.

Penyerahan dilakukan  di halaman Kantor Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Jalan Medan Binjai KM 10,3 Medan, Jumat  (8/1/2021) petang.

Masih menurut  Ilyas bantuan yang diterima pihaknya akan diteruskan kepada UPTD Satuan Pendidikan yang ada di Kabupaten Batu Bara.

Bantuan tersebut untuk  menambah peralatan yang sudah ada dalam mencegah penularan Covid-19.

“Insha Allah dalam minggu kedua Januari akan kita teruskan kepada UPTD sekaligus untuk mengingatkan sekolah kembali secara aktif”, jelas Ilyas.

Disebutkan Ilyas, pada setiap kesempatan Bupati Batu Bara  selalu berpesan untuk menerapkan kebiasan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak termasuk di lingkungan sekolah.

“Ini diserahkan gratis ke sekolah-sekolah”, tegas Ilyas.

Terkait pembelajaran tatap muka dikatakan Ilyas, Pemerintah Kabupaten Batu Bara khususnya SD dan SMP telah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan Protokol Kesehatan yang berlaku dalam bidang pendidikan.

Meski begitu, bagi siswa yang orangtuanya  belum mengizinkan putra putri mengikuti pembelajaran tatap muka, maka pihak sekolah wajib membantu pembelajaran siswa dengan tetap melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) / Belajar Dari Rumah (BDR).

“Materi-materi pembelajaran diberikan oleh pihak sekolah sehingga dengan demikian siswa tidak kehilangan kesempatan mendapatkan pembelajaran”,  terang Ncekli sapaan akrab Kadisdik Batu Bara ini.

Ilyas juga mengatakan faktor- faktor yang perlu menjadi pertimbangan Pemerintah Daerah dalam pemberian izin pembelajaran tatap muka.

Faktor tersebut antara lain  tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayah Batu Bara, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, Kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai dengan daftar periksa,.

Kemudian akses terhadap sumber belajar/kemudahan Belajar Dari Rumah (BDR) dan Kondisi psikososial peserta didik serta kebutuhan layanan pendidikan bagi anak, yang orang tua/walinya bekerja di luar rumah.

Juga ketersediaan akses transportasi yang aman, dari dan ke satuan pendidikan, tempat tinggal warga satuan pendidikan dan mobilitas warga antar kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa serta kondisi geografis daerah.

Menurut Ilyas, khususnya Kabupaten Batu Bara ditepian pantai yang jika pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah terus dilakukan, bukan tiidak mungkin angka putus sekolah di Batu Bara akan meningkat.

“Bahkan bukan hanya disitu, tetapi juga anak didik kami akan kehilangan kesempatan mendapatkan pembelajaran yang baik maupun akan kehilangan karakter menuju profil pelajar pancasila”, cetus mantan Kepala Biro Humas Protokol Setdaprovsu ini.

EP/ Batu Bara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *