Pelayanan RSUD Batubara Berubah Drastis

Incarkasus.com, Batu Bara 27 November 2020

Rumah Sakit Umum Batubara (RSUD) pada tahun-tahun sebelumnya terkesan sepi pasien, diduga akibat pelayanan yang kurang maksimal sehingga masyarakat merasa enggan untuk berkunjung ataupun berobat kerumah sakit tersebut. Namun kini pasien yang yang berobat di RSUD Batubara berubah drastis pada pertengahan tahun 2020. Kini masyarakat Batubara tidak lagi meragukan pelayanan pada RSUD Batubara

Menurut keterangan Ramayana warga Desa Perlanaan, Kecamatan Bandar, Simalungun, mengaku sangat puas dengan pelayanan operasi kelahiran putranya di RSUD Batubara 3 bulan lalu, karena pelayanan dan proses operasi kelahiran anaknya berlangsung cepat dan selesai dalam waktu 30 menit.

“Saya tidak menyangka proses operasinya begitu cepat, baru aja siap dibius terus disuruh dokter menggerakkan kaki, saya bilang uda gak bisa lagi dok, kira kira 15 menit kemudian terdengar suara anak saya menangis dan 15 menit kemudian saya sudah siap operasi lalu dibawa kekamar dirawat selama 3 hari abis tu uda boleh pulang”ucap Yana.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batubara, dr Guruh Wahyu Nugraha mengatakan, Jumlah kunjungan pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Batubara terus mengalami peningkatan.

“Hal tersebut karena kita lakukan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata dr Guruh Wahyu Nugraha kepada sentralberita.com, di Kecamatan Datuk Lima Puluh, Rabu, (25/11/2020).

“Berdasarkan data periode tahun 2019, jumlah kunjungan pasien di RSUD Batubara sebanyak 4.575 jiwa. Adapun rinciannya, pasien rawat inap sebanyak 400 jiwa dan pasien rawat jalan sebanyak 4.175 jiwa,sebutnya

Sedangkan periode Januari – Oktober 2020, jumlah kunjungan pasien sebanyak 7.263 jiwa. Untuk pasien rawat inap sebanyak 1.770 jiwa dan pasien rawat jalan sebanyak 5.493 jiwa.

“Dr Guru berharap kedepan kita akan terus melalukan pembenahan. Memang tidak gampang mengubah kebiasaan selama ini. Harus ada kesadaran dari kita semua. InsyaAllah kedepan RSUD Batubara akan lebih baik,” katanya.

Untuk tahun 2021, Bupati Batubara bersama Kepala Dinas Kesehatan Batubara akan berusaha untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung sesuai dengan kebutuhan RSUD Batubara.

“Salah satunya ruang rontgen. Perizinan masih kita urus dan itu sedang berjalan. Obat-obatan, rata-rata sudah dapat kita penuhi,” ujarnya.

(FP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *