Webinar Bahas Tantangan Dan Kendala Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19

incarkasus.com Batu Bara 1 Oktober  2020

Pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 menyisakan banyak kendala. Disamping itu semua yang terlibat dalam pembelajaran yang menerapkan BDR (Belajar Dari Rumah) menghadapi tantangan yang tidak mudah diatasi.

Kendala dan tantangan yang dihadapi ditanggapi Tanoto Foundation yang menyelenggarakan seminar melalui Website yang dikenal dengan Webinar dengan thema Gerakan Memperkuat Peran Orangtua Dalam Pendidikan Melalui Menyiapan Orangtua Menjadi Guru di Rumah. 

Demikian bincang-bincang wartawan dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Batu Bara Ilyas Sitorus, Kamis (1/10/2020).

Disebutkan Ilyas, Webinar menampilkan dua Guru Besar sebagai Nara Sumber Utama pada Webinar yang diselenggarakan Rabu (30/92020).

Nara Sumber pertama, Guru Besar dan Ketua Senat Unimed Prof. Syawal Gultom dalam paparannya banyak membuka wawasan peserta dan memberikan motivasi.

Ada fenomena menarik menurut Prof Syawal dimana Google memberi informasi tetapi tidak dapat mengajari mengelola dan melatih keterampilan. 

Hanya yang bisa dijadikan mengolah informasi itulah tugas guru dan orangtua.  Mengajari cara mencari dan membuat, google mampu, tetapi google tidak mampu ketika berbicara menyangkut sikap dan moral.

“Berpikir kritis merupakan tantangan terbesar menurut bagi Indonesia, karena ternyata kita terlalu asik dengan keterampilan kita, kita lupa dengan hal-hal yang berbau tentang perilaku, tentang sikap.  Kalau kita hanya mengandalkan sekolah nggak bisa, berarti ini menjadi tanggung jawab bersama”, papar Prof. Syawal.

Rektor Unimed priode 2007-2011 dan 2015-2019 ini menyebutkan 
bila diberi kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi berikut kemampuan bekerjasama  maka akan mucul kreativitas.

“Karenanya setinggi-tinggi orang adalah berpikir kritis, berkomunikasinya baik,  bekerjasamanya juga baik maka lahirlah kreativitasnya dan pasti bisa bekerja pada pekerjaan yang sekarang belum ada”, imbuhnya.

Karena itu Prof Syawal mengakhiri paparannya menegaskan para orang tua di rumah bisa menyadari ini apa yang dimaksud dengan berpikir kritis.

Sementara Guru Besar Unimed Prof. Minda Murni yang saat ini juga diberikan kepercayakan oleh Tanoto Foundation sebagai Koordinator LPTK TF Sumatera Utara menambah pencerahan bagi peserta Webinar khususnya guru.
Prof. Minda memaparkan tehnik menulis modul yang sederhana dan mudah. 

Dalam paparannya Minda mengawali dan menggambarkan dari situasi yang terjadi selama pelaksanaan PJJ dan BDR ternyata banyak peristiwa yang terjadi di rumah. 

Minda juga  mengingatkan bahwa sewaktu kita membentak anak walaupun waktunya 1 menit, memukulnya 1 detik namun menyesalnya bisa 10 jam dan menyembuhkan perasaan anak bisa seumur hidup menjadi kenangan anak kita. 

Oleh karenanya Prof Minda berharap para guru dan orangtua harus terus bersama terutama guru dalam memberikan pembelajaran dimasa pandemik ini. Tidak cukup hanya dengan mengirimkan vidio dan vidio, karena vidio tidak banyak membantu pembelajaran anak di rumah. Guru harus membantu anak dan orangtua dengan cara menulis modul yang sederhana.  

“Memang menulis modul butuh kompetensi, butuh kecermatan dan butuh latihan terus menerus”, ungkapnya.

Sementara pada Webinar, Direktur Program PINTAR  Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati mengatakan terimakasih peserta Webinar ini diikuti begitu banyak dan pertanda kita memberikan perhatian yang serius untuk dunia pendidikan kita apalagi disaat pandemik COVID-19 ini.  

“Sekali lagi ini suatu kehormatan bagi Tanoto Foundation kita bisa bersama melalui webinar ini, karena ini merupakan suatu bentuk tanggung jawab bersama untuk bisa bersama-sama bergandengan tangan upaya membantu pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan profesi guru dan warga sekolah”, ucap Margaretha Ari Widowati pada Webinar yang juga menampilkan beberapa Kadisdik yang bermitra dengan Tanoto Foundation termasuk Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus.

Masih menurut Ary,  semua peserta Webinar ada kepala sekolah pengawas,  guru, pejabat pendidikan. Diakui Ary, saat ini pusingnya mungkin udah tingkat dewa  karena harus memastikan anak Indonesia mendapatkan haknya yang terbaik untuk belajar dalam situasi apapun.  

Rimbanto yang juga Goverment Liassion and Planning Specialist TF Sumatera Utara selaku Moderator pada Seri Webinar tersebut 

Menurut Rimbanto, pandemik Covid-19 memaksa kita untuk tidak melaksanakan tatap muka ketika belajar di sekolah, maka proses mendampingi anak berpindah dari guru ke orang tua dan ini masih menyisakan problem untuk mendampingi anak belajar di rumah.

Rimbanto berharap dengan Webinar ini nantinya dapat memperkuat peran orang tua melalui diskusi-diskusi ditingkat UPTD Satuan Pendidikan dan Dinas Pendidikan. Diskusi nanti membahas bagaimana kita bisa membantu untuk menyiapkan bahan ajar yang sesuai, papar Rimba mengawali Diskusi. dalam pendidikan.

EP Batu Bara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *