Mutasi Bukan Penghalang Untuk Tetap Kunjungi Masyarakat Kaum Dhuafa

Uncategorized247 Dilihat

Incarkasus.com 26 Januari 2022

Polri merupakan panutan yang patut untuk ditauladani. Selain tidak mengenal  kata lelah, AKBP Ikhwan Lubis dikenal sangat dekat dengan masyarakat kaum dhuafa dan anak yatim, di wilayah Hukum Polres Batu Bara. 

www.domainesia.com

Bersama Komunitas Sedekah Jum’at AKBP Ikhwan Lubis tetap terus berbagi tidak perduli walau sudah dimutasi sebagai Kabagdalops Roops Polda Sumatera Utara, namun keteguhan  jiwa Sosial kemanusiaan yang dimiliki tidak pernah surut sedikitpun.

Masih terpantau oleh awak media  AKBP Ikhwan Lubis, melakukan kunjungan ke rumah tiga (3) bersaudara yang telah ditinggal orang tuanya. 26 Januari 2022.  Bertempat di Di Desa Lubuk Cuik Kecamatan. Lima puluh Pesisir, Kabupaten. Batu Bara.

Diketahui juga Putri Umairah (14) bersama  kedua kakak laki-lakinya, mampu  menjadi anak tangguh, melalui awak Media, Sang Pejuang Dhuafa akhirnya mengetahui ada warga Desa Lubuk Cuik yang telah ditinggal oleh  kedua orang tuanya bahkan mampu terus berjuang untuk hidup dengan berjualan bakso goreng walau masih  bersekolah.

Ketangguhan Putri Umairah (14) sempat viral di Media Sosial dengan tidak membuang waktu AKBP Ikhwan Lubis langsung kunjungi rumah Putri Umairah(14) yang tinggal bersama kedua Kakak laki-lakanya yang merupakan menjadi korban penelantaran dari kedua orang tua sudah tiga (3) tahun lamanya.

Tidak ada jalan lain kecuali berdagang bakso goreng milik tetangga, tiga bersaudara  tersebut mampu mengumpulkan pundi pundi rupiah untuk biaya penghidupan setiap hari. Hal tersebut dikakatan Putri Umaira (14) pada saat AKBP Ikhwan Lubis berkunjung kerumahnya, Putri Umaira (14) juga menyampaikan bahwa dirinya bersekolah di SMP Negeri 1 Desa Bulan-Bulan.Kecamatan  Lima Pesisir, Kabupaten. Batu Bara.

Beginilah hidup yang harus saya jalani bersama kedua Kakak laki-laki saya. Sudah tiga (3) tahun Ayah dan ibu pergi  entah kemana, awalnya pergi merantau bertujuan untuk merubah hidup, pada akhirnya  hilang kontak dan tidak diketahui lagi kabar beritanya, untuk melanjutkan hidup kami harus berusaha sendiri dan tetap melanjutkan pendidikan.

Saya sendiri harus berjualan bakso goreng  sedangkan kedua Kakak laki-laki saya bekerja manen sawit dan mengomben disawah milik orang, hasil  kerja yang kami dapat 15 ribu/hari dan kami gunakan untuk makan dan biaya sekolah, kami Tidak akan pernah menyerah dan harus tetap bersekolah walau terkadang  makan hanya sehari sekali kali,  itupun harus di bantu oleh Jiran  tetangga.

Kami bertiga berharap kepada kedua orang tua kalau masi hidup, pulanglah lihat anak-anak ibu dan bapak, kami Masi ingin hidup dab memiliki kedua orang tua untuk menjaga kami. Ucap Putri Umaira bersama tetesan air mata kerinduan.  Putri Umaira (14) juga berharap melalui para awak media dapat membatu kami lewat pemberitaan.

Semetara Sang pejuang Dhuafa AKBP Ikhwan Lubis merasa terharu, bersama  jiwa sosial yang dimiliki secara langsung  menjemput Putri Umaira (14) kesekolahnya  untuk dibawa pulang, begitu juga dengan kedua lakii-lakinya yang lansung pulang menuju ke rumah gubuk Reot yang menjadi tempat tinggal ke tiga bersaudara.

AKBP Ikhwan Lubis juga  Mengatakan,”  Sengaja saya datang membawa perlengkapan bertujuan, agar Putri Umaira bersama Kedua Kakak bisa berwiraswasta untuk berjualan Bakso  goreng sendiri, demi untuk kehidupan dan mengejar masa depan yang lebih baik, karena langkah masih panjang. Ucap,”  AKBP Ikhwan Lubis.

Redaksi ( Rizal Hutagaol )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *