Incarkasus.com 24 April 2026
Warung tuak yang berada di pinggir Jalinsum Desa Perk Dolok Estate, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, tempatnya disekitaran simpang Marto yang beraktivitas hingga lewat tengah malam cukup meresahkan masyarakat sekitar dan masyarakat pengguna jalan yang sedang atau yang akan melintas.

Berkaitan dengan aktivitas warung tuak hingga lewat tengah malam tersebut, kepada awak media, salah seorang perwakilan dari warga sekitar yang meminta disembunyikan identitasnya mengatakan,” selama ada warung tua yang beraktivitas hingga lewat tengah malam, jelas sangat meresahkan masyarakat pengguna jalan dan warga, sekitar yang akan melintas sebab, bila yang melintas gadis cantik atau ibu-ibu muda, pasti mulut para pria penikmat minuman tuak mengeluarkan kalimat usikan cari perhatian, dengan sikap dan perlakuan para pria penikmat minuman tuak di pinggir jalan, kami yang sering melintas agak merasa takut dan was was, bagaimana bila dihadang beneran dan dilecehkan pasti alasan tidak sadar karena mabok, walau hal itu belum pernah terjadi, tentu antisipasi dan kewaspadaan diri jadi patokan pada saat akan melintasi lokasi warung tuak tersebut. Tuturnya.
Senada dengan keterangan Helena (34) warga Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara secara jelas mengatakan kepada awak media, saya melintas dari Jalinsum Binjai Baru menuju Lima Puluh, seminggu terkadang 3 atau 4x dalam seminggu, namun pada saat akan melintasi Jalinsum Perk Dolok Estate tepat di depan warung tuak tersebut, jantung saya berdegup sangat kencang karena dihantui rasa ketakutan karena mulut para pria penikmat minuman tuak pada usil seperti keluar dari hutan tidak pernah lihat prempuan. Ketusnya.
Bilapun pihak Pemerintahan Desa bersama pihak Kepolisian setempat tidak segera menegur dan menutup warung tuak tersebut, artinya keresahan dan rasa was was warga akan terus berkepanjangan,” Imbuhnya.
Red.









