Incarkasus.com 2 Juli 2026
Kepolisian Resort Batu Bara melalui Sat Intelkam hadiri Rapat Koordinasi Tim Terpadu Pelaksana Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Batu Bara 2026, bertempat di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batu Bara 2 Juli 2026 pukul 09.30 wib.

Selain Sat Intelkam Polres Batu Bara dalam rapat koordinasi tersebut, dihadiri juga oleh Unsur Forkopimda, Instansi Vertikal, Organisasi, Perangkat Daerah dan Stakeholder terkait bertujuan untuk memperkuat Koordinasi dan Sinergitas guna mengantisipasi sekaligus menangani berbagai potensi Konflik Sosial dan dapat terjadi di Kabupaten Batu Bara.

Selanjutnya,” Kapolres Batu Bara yang diwakili Kasat Intelkam AKP Tukkar L. Simamora.SH.MH, dan dalam kesempatan tersebut, menyampaikan tentang, pentingnya langkah deteksi dini guna untuk penyelesaian konflik melalui pendekatan persuasif, mediasi dan koordinasi di lintas sektor,” tuturnya.

Senada dengan apa yang disampaikan, Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, mengatakan,” Rapat koordinasi merupakan forum strategis untuk menyelaraskan persepsi seluruh instansi dalam menghadapi berbagai potensi konflik sosial, baik yang berkaitan dengan permasalahan Agraria, Konflik Sosial masyarakat, Kenakalan remaja, Penyalahgunaan narkoba, termasuk isu-isu lain yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan Daerah.

Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Batu Bara dalam paparannya menyampaikan sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, di antaranya masih terjadinya tawuran remaja di wilayah Kecamatan Tanjung Tiram, permasalahan penyalahgunaan narkoba, kondisi infrastruktur yang memerlukan perhatian, hingga dugaan berkembangnya paham yang menyimpang hingga memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Sementara, perwakilan dari Badan Intelijen Negara Daerah Sumatera Utara juga menyampaikan bahwa, situasi Kamtibmas di Kabupaten Batu Bara secara umum masih aman dan kondusif, meskipun terdapat beberapa konflik Agraria yang berpotensi dapat berkembang bila tidak dengan segera diselesaikan secara Komprehensif.

Selain itu, Kasat Intelkam Polres Batu Bara ada menyoroti dua konflik prioritas yang memerlukan perhatian bersama, diantaranya konflik antara perusahaan perkebunan dengan kelompok tani di Desa Tanah Gambus serta konflik lahan antara dua kelompok tani di wilayah Kecamatan Sei Balai.

Menurutnya, penyelesaian kedua konflik tersebut memerlukan langkah-langkah strategis melalui mediasi, kepastian legalitas lahan serta koordinasi seluruh pihak terkait agar tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas dan berdampak terhadap stabilitas keamanan maupun perekonomian daerah.
Perwakilan Kejaksaan Negeri Batu Bara mendukung penyelesaian konflik melalui jalur mediasi dan menyatakan kesiapan memberikan pendampingan hukum terhadap langkah-langkah penyelesaian yang akan ditempuh pemerintah daerah.
Selain itu, perwakilan TNI, Badan Pertanahan Nasional, serta instansi terkait lainnya turut menyampaikan berbagai masukan dan rekomendasi guna mendukung percepatan penyelesaian konflik yang ada di Kabupaten Batu Bara.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan mediasi terhadap konflik pertanahan di Kecamatan Sei Balai dengan melibatkan seluruh pihak terkait guna mencari solusi yang terbaik dan menghindari terjadinya eskalasi konflik di lapangan.
Polres Batu Bara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan deteksi dini, penggalangan, mediasi serta langkah-langkah preventif lainnya.
Dengan sinergitas seluruh unsur Forkopimda dan stakeholder terkait, diharapkan seluruh potensi konflik sosial di Kabupaten Batu Bara dapat diantisipasi dan diselesaikan secara cepat, tepat, serta mengedepankan kepentingan masyarakat dan kondusifitas Daerah.
Red
Sumber : Kasat Intel / Humas Polres Batu Bara












