Songsong AKB, FK UISU Gelar Penelitian Perilaku Kesehatan Masyarakat Batu Bara

Incarkasus.com Batu Bara 28 September 2020

Songsong Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) sesuai Memorandum of Agreement (MoA ) dengan Pemkab Batu Bara terkait kerja sama dalam bidang penelitian Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Batu Bara, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) mengadakan penelitian di Kabupaten Batu Bara.

Penelitian yang diadakan mencakup upaya peningkatan perilaku kesehatan masyarakat melalui Health believe model sebagai tindakan pencegahan Covid-19 dalam menghadapi tatanan adaptasi kehidupan baru (AKB) di Kabupaten Batu Bara.

Kadis Kesehatan Kabupaten Batu Bara drg Wahid Khusyairi didampingi Kabid Kesmas Abdul Fuad Helmi dan jajaran menjelaskan hal tersebut pada pertemuan dengan tim peneliti FK UISU di aula Dinkes, Senin (28/9/2020).

Dalam naskah kerjasama yang memuat 10 poin kesepahaman disebutkan bahwa objek kerjasama meliputi bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Batu Bara.

Kadis Kesehatan Kabupaten Batu Bara drg Wahid Khusyairi menjelaskan perjanjian kerjasama bertujuan untuk menjalin hubungan kerja kelembagaan dibidang kesehatan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan catur dharma perguruan tinggi khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.

Terkait penelitian yang dilakukan FK UISU, dikatakan Kadis sebagai upaya peningkatan perilaku kesehatan masyarakat melalui Health believe model sebagai tindakan pencegahan Covid-19 dalam menghadapi tatanan adaptasi kehidupan baru (AKB) di Kabupaten Batu Bara.

Disebutkan Kadis, Tim FK UISU beranggotakan 6 orang selama 1 bulan dipimpin langsung Dekan FK UISU Indra Janis akan mengadakan mewawancarai 250 masyarakat Batu Bara secara acak. Wawancara mencakup 9 item itu sendiri dikatakan Kadis dilakukan secara daring untuk menghindari kontak antara peneliti dengan responden.

Selain mewawancarai masyarakat secara daring, tim juga melakukan wawancara mendalam (indepth interview) melalui tatap muka dengan pejabat Pemkab terkait.

Sementara Dekan FK UISU Indra Janis menyebutkan semenjak kasus Covid-19 pertama kali ditemukan awal bulan Maret lalu. Di
Indonesia terjadi penyebaran yang begitu cepat dan meluas ke berbagai provinsi di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan angka terinfeksi virus Covid-19 ini terus meningkat setiap harinya. 

Berdasarkan data terinfeksi Covid-19 secara nasional yang diperoleh dari website resmi
covid.go.id, pertanggal 15 September 2020 menunjukkan jumlah kasus yang terkonfirmasi
sebanyak 221.523 kasus, sembuh 158.405 dan meninggal 8.841 orang.

Sedangkan untuk Sumatera Utara data adalah 4.869 orang terkonfirmasi positif Covid 19, sembuh 2.607 orang, meninggal 217 orang.

Di Kabupaten Batu Bara sendiri dilaporkan ada 79 kasus terkonfirmasi dan belum ada
laporan kasus meninggal dunia (Siagacovid 19.batubara.go.id).

Karena itu, dikatakan Indra Janis, 
untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu model penanganan yang
terintegratif untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini.

“Penelitian ini bertujuan
untuk menemukan model penanganan Covid-19 yang efektif sehingga dapat diaplikasikan
di masyarakat sebagai upaya peningkatan perilaku kesehatan masyarakat dalam
mengahadapi tatanan kehidupan baru di masa pandemic Covid-19 ini”, papar Dekan FK UISU tersebut.

EP.Batu Bara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *