GERAMM Galang Dana di Cafe dan Jalan Untuk Fajar Penderita Hidrocephalus

Sosial12 Dilihat

incarkasus.com, Batu Bara 10 Januari 2021

Demi membantu biaya perobatan Muhammad Fajar,  seorang bayi usia 10 bulan

warga Kelurahan Pangkalan Dodek Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara,

yang terserang hydrocephalus yang saat ini tengah berjuang mempertahankan hidup di rumah sakit,  Gerakan Mahasiswa Medang Deras (GERAMM)  melakukan penggalangan dana.

Penggalangan dana yang dimulai Sabtu (9/1/2021) dan direncanakan hingga Senin (11/1/2021)  dilakukab dengan mengamen  dari Caffe ke Caffe, membuka kotak bantuan di jalan yang ramai serta pejabat dan pemimpin perusahaan.

Khusus Sabtu (9/1/2021), penggalangan dana masih difokuskan di cafe cafe

dengan tema ikhlas mengasihi tanpa pilih kasih.

Sedangkan mulai Minggu dan Senin menggalang dana dari pengguna jalan.

Tanpa kikuh dan malu, generasi muda GERAMM terlihat bersemangat mengamen di cafe cafe. Melihat kesungguhan GERAMM nyaris seluruh pengunjung cafe yang disinggahi memberikan sumbangan dengan ikhlas.

Koordinator gerakan ngamen bareng  Nurhikmah mengatakan aksi yang di lakukan mahasiswa semata mata untuk kesembuhan  Fajar dan mengurangi beban kedua orang tuanya yang saat ini sedang di rawat di RSUPP Adam Malik Medan.

Mahasiswi F-SKM USU itu menjelaskan uang hasil dari ngamen bareng akan  diberikan langsung ke orang tua  Fajar. Sebagiannya akan dibelikan sembako mengingat ada dua orang kakak Fajar yang dijaga oleh neneknya di Medang Deras.

“Saya mewakili  GERAMM  mengucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang terlibat dalam proses mulai dari mengantarkan Fajar ke RSUD hingga sekarang sudah di rujuk ke  RSUPP Adam Malik Medan. Terima kasih juga kepada dermawan yang sudah menyisihkan rezeki untuk adik Fajar, semoga semua kebaikan kita menjadi amal ibadah kita”,  ujar Nurhikmah.

Dikatakan Nurhikmah penggalangan dana tidak dibebani target hanya saja apabila berlebih akan digunakan untuk membedah kediaman Muhammad Fajar.

Sebelumnya  Muhammad Fajar sempat terbaring lemah di rumahnya akibat keterbatasan biaya pengobatan. Muhammad Fajar terbaring di gubuk orang tuanya selama lima bulan tanpa pengobatan dan perawatan medis.

Mendapatkan kabar ada balita 10 bulan menderita Hidrochepalus, GERAMM  yang di komandoi  Muhammad Rizki,  Nurhikmah,  Agung  Nugraha dan kawan kawan, langsung turun ke rumah orang tua  Fajar guna melihat kondisi kesehatan bayi malang tersebut.

EP/ Batu Bara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *