Klaim Lahan Orang Lain Sebagai Aset Desa, Oknum Kades Mesjid Lama Jadi Tersangka

incarkasus.com, Batu Bara 26 Mei 2021

Klaim lahan tanpa dasar yang juga diklaim orang lain sebagai aset desa, Oknum Kades Mesjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara AS (51) warga Dusun II Desa Masjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara jadi tersangka.

Penetapan tersebut disampaikan Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis didampingi Waka Polres Kompol Rudy Chandra, Kasat Reskrim AKP Fery Kusnadi, Kasubbag Humas AKP Niko Siagian dan Kanit 

Tipiter Ipda Jimmy R Sitorus pada Konferensi Pers kasus dugaan Mafia tanah oknum Kepala Desa Mesjid Lama di Mapolres Batu Bara, Rabu (26/5/2021).

Disebutkan, pada modus operandinya, Kades AS mengklaim 14 hektare lahan di Dsn VI Desa Masjid Lama Kecamatan Talawi sebagai aset desa.

Padahal lahan tersebut juga diklaim Ismail (57) warga Dusun VI Desa Masjid Lama Kecanatan Talawi Kabupaten Batu Bara sebagai miliknya.

Untuk menguatkan bukti kepemilikan Ismail menunjukkan bukti bukti 6 lembar Surat Keterangan Tanah Tahun 1988, 5 lembar Kwitansi Pembayaran dan 1 Bundel Surat Perjanjian Pinjam Pakai Tanah Milik Desa Mesjid Lama.

Diuraikan Kapolres, sekitar 13 Oktober 2020, Kades Mesjid Lama AS disebutkan mengeluarkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai Tanah Milik Desa. 

Surat tersebut dipergunakan untuk memberi ijin kepada Kelompok Tani KUBE Harapan Jaya yang beranggotakan 14 orang yang masih mempunyai hubungan saudara antar satu dan lainnya.

Kades AS mengklaim bahwa tanah seluas lebih kurang 14 ha yang dipinjampakaikan kepada Kelompok Tani KUBE Harapan Jaya yang berada di Dsn VI Desa Masjid Lama Kecamatan Talawi tersebut adalah aset desa namun tanpa didasari surat apapun.

Namun objek tanah tersebut juga diklaim Ismail (57) warga Dusun  VI Desa Masjid Lama, Kecanatan Talawi Kabupaten Batu Bara adalah miliknya dengan dasar 6 lembar Surat Keterangan Tanah Tahun 1988 dan Kwitansi Pembayaran Tahun 1988.

Ketika diketahui Kades AS menerbitkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai objek tanah tersebut kepada Kelompok Tani Kube Harapan Jaya, Ismail pernah menyampaikan bahwa objek tanah tersebut adalah miliknya dengan menunjukkan bukti-bukti kepemilikan.

Meski ada keberatan dari Ismail, namun Kades dan Poktan Kube Harapan Jaya tidak menghiraukan surat kepemilikan tersebut dan tetap menerbitkan Surat Perjanjian Pinjam Pakai diatas lahan seluas 14 hektare.

Disebutkan Kapolres, terhadap tersangka AS, dipersangkakan melanggar Pasal 263 Ayat (1), (2), dari KUHPidana dengan ancaman hukuman Pidana penjara paling lama 6 tahun.

EP / Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *